Radja Nainggolan Hampir Jadi Korban Insiden Bom di Brussel

Radja NainggolanJika bukan karena adanya kesepakatan dengan pohak Sponsor yang membuat kepulangannya ke Belgia menjadi sehari lebih cepat, mungkin gelandang keturunan Indonesia itu sudah menjadi salah satu dari korban Insiden Bom Bunuh diri di Bandara Zaventem.

Radja Nainggolan, gelandang andalan AS Roma itu merasa bersimpati sekaligus bersukur terkait dengan Insiden Ledakan Bom yang terjadi di beberapa tempat di Kampung halamannya, Belgia. Seperti diketahui, pada selasa pagi lalu, 22 maret 2016, terjadi serangkaian Bom bunuh diri di Brussel, Belgia, salah satunya terjadi di Bandara Zaventem, yang mana insiden tersebut kemudian menewaskan 34 orang. Tentu saja, semua pihak merasa simpati atas insiden yang menewaskan 34 nyawa tak bersalah itu, Radja Nainggolan pun turut mengucapkan simpatinya kepada keluarga Korban yang tewas dalam insiden itu, akan tetapi di lain sisi, Nainggolan juga merasa bersukur, karena dirinya nyaris saja menjadi Korban ke-35 dalam insiden bom itu.

Ya, pemain berdarah Indonesia ini ternyata hampir menjadi Korban ke-35 dalam insiden Ledakan Bom itu karena dia berencana pulang pada Selasa Pagi ke Belgia dari AS roma untuk kemudian mendarat di Bandara Zaventem, untungnya, adanya agenda dengan Sponsor membuat Nainggolan mempercepat kepulangannya ke Kampung halaman, dan dia pun terhindar dari Insiden Na’as tersebut.

“Seaindainhya saja saya tidak ada ikatan dengan Sponsor, mungkin saya akan berada di Bandara Zaventem pada pagi itu, karena ada acara sponsor, saya tiba di Belgia sehari lebih awal, namun melalui bandara antwerp. Akibat dari kejadian itu, semuanya berubah, pelatih kami meminta sesi latihan untuk dibatalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Lantas, apakah pertandingan kontra Portugal akan dibatalkan Juga? Saya punya banyak teman yang bekerja di Bandara, semoga saja semau baik-baik saja” Ujarnya kepada La Gazzetta dello Sport.