UEFA resmi Hukum Presiden FIGC

carlo tavecchio

Presiden baru FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) yakin Carlo Tavecchio resmi menerima hukuman dari Pihak UEFA, menyusul komentar bernada rasisme yang dia tuturkan pada bulan Juni 2014 lalu. Hukuman tersebut sendiri berupa larangan untuk menduduki posisi apapun di UEFA selama periode enam bulan ke depan. Tidak sampai itu saja, posisi Tavecchio sebaga presiden baru FIGC juga terancam lengser.

“Tavecchio, dengan ini tidak diizinkan menjabat di posisi manapun di UEFA selama enam bulan ke depan, mulai dari pengumuman ini kami sampaikan”

“Tavecchio juga tidak boleh berpartisipasi dalam Kongres UEFA pada tanggal 24 Maret 2015 mendatang, dia juga diharuskan menggelar sebuah acara khusus di Italia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadapa prinsip UEFA yang menentang keras Rasisme dalam dunia sepak bola” Demikian bunyi pengumuman resmi dari pihak UEFA, sebagai otoritas sepak bola tertinggi di Eropa.

Kendati demikian, Tavecchio sendiri menegaskan kepada publik bahwa hukuman yang dijatuhkan oleh UEFA tersebut sama sekali tidak akan berpengaruh pada posisi nya sebagai presiden FIGC.

“Hukuman yang diberlakukan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan posisi saya di FIGC” Ujar Tavecchio.

Memang, sebelumnya dia sempat menuturkan ungkapan bernada Rasis, tepatnya pada bulan juli 2014 kemarin, berikut adalah kutipan ungkapan Rasisme dari sang Presiden FIGC.

“Inggris mengidentifikasi pemain asing di negara mereka, jika professional, maka pemain itu langsung diizinkan bermain. Di sini, di sisi lain, katakan saja Opti Poba yang telah datang ke sini, yang sebelumnya ‘makan pisang’ dan kini menjadi tim utama di Lazio”

Apa yang diungkapkan sang Presiden memang sangat tidak patut.